Archive

Posts Tagged ‘EXOdanbahasaJepang’

EXOと日本語DAY1: いち、に、さん

exo to nihongo 2Gambar: ivy club

 

Disclaimer:

Serial ini dibuat untuk hiburan sekaligus untuk mengajarkan bahasa Jepang. Jika ingin men-share, tolong hanya dengan memberikan link-nya tanpa copy-paste.  Semoga bermanfaat! Yoroshiku onegaishimasu!

***

Untuk memudahkankan saat membaca. Percakapan tokoh menggunakan warna berikut:

Ira   Suho   Chanyeol   Chen   Baekhyun   D.O   Kai   Lay   Xiumin   Sehun   semua

***

 

Setelah aku dan semua anggota EXO  memperkenalkan diri pelajaran pertama pun dimulai. Materi dan target capaian pun masih mengenai hal-hal yang berkaitan dengan diri mereka.

 

「じゃ、みなさんは なまえ、くに、そして、すきな ことを つたえましたね。」

“Ja, minasan wa namae, kuni, soshite, sukina kotowo tsutaemashitane.”

“Ok, kalian kan sudah menyampaikan nama, negara, dan hal yang kalian sukai.”

 

「いま、まだまだ じぶんのことに ついて はなしましょう。」

“Ima, mada mada jibun no koto ni tsuite hanashimashou.”

“Sekarang, mari kita  bicarakan hal-hal yang masih berkaitan tentang diri sendiri.” Ungkapku.

 

「しましょう。」

“Shimashou!”

“Ayo!” Celetuk Chanyeol yang sebelumnya begitu bersemangat sekarang terlihat menatap kosong.

 

「ぼくたちは わかりません。」

“Bokutachi wa wakarimasen.”

“Kita tidak mengerti.” Ungkap D.O polos.

 

「あっ!はやかったですか?」

“A! Hayakatta desuka?”

“Ah! Apa aku terlalu cepat?”

 

“응?”

“eung?”

“hemh?” Xiumin memiringkan kepalanya tanda dia tidak mengerti apa yang kuucapkan.

 

「はやい。。。ですか?」

“Hayai….desuka?”

“Apakah aku terlalu cepat?” Ulangku perlahan dan dengan gerakan jari jemari yang seperti sedang berbicara dengan cepat.

 

“빨라요?”

“Pallayo?”

“Cepat?” Tebak Baekhyun dengan wajah setengah ragu-ragu.

 

「はい。」

“Hai.”

“Ya.” Jawabku sambil mengangguk membenarkan kalau  hayai itu artinya pallayo dalam bahasa Korea atau cepat dalam bahasa Indonesia.

 

「はい。はやいです。」

“Hai. Hayai desu.”

“Ya. Cepat”

 

「そして。。。모르는 단어가 많아요.”

“Soshite…. moreuneun tanoga manhayo.”

“Dan juga…. banyak kosakata yang tidak aku tahu.” Jawab Sehun.

 

「あ、ごめんなさい。」

“A, gomen nasai!”

“Ah maaf!” Ungkapku. Aku pun kemudian mencoba mengulang dengan kalimat yang lebih sederhana walau aku merasa yang tadi sudah mudah.

 

「みなさんは なまえ、スホ、カイ、セフン。」

“Minasan wa namae, Suho, Kai, Sefun,”

“Kalian, nama: Suho, Kai, Sehun,” Ujarku sambil menunjuk orang-orang yang kusebut.

 

「くに、かんこく、ちゅうごく、インドネシア、」

“Kuni, kankoku, chuugoku, Indonesia,”

“Negara: Korea, China, Indonesia,” Kataku sambil menunjuk Sehun saat mengatakan kankoku, menunjuk Lay saat mengatakan chuugoku dan menunjuk diri sendiri saat mengatakan Indonesia.

 

“아! 나라는 くに。」

“A! Nara neun kuni.”

“Ah negara (nara) itu bahasa Jepangnya kuni!” Sela Kai. Aku mengangguk membenarkannya.

 

「すきなこと、ダンス、うた、」

“Sukina koto, dansu, uta,”

“Hal yang disukai: menari, menyanyi,” jelasku sambil menunjuk Xiumin untuk menari dan Baekhyun untuk menanyanyi.

 

「にほんご!にほんご!」

“Nihongo! Nihongo!”

“Bahasa Jepang! Bahasa Jepang!” Seru D.O tidak mau terlewat.

 

「あ、そうです。D.Oくんも にほんごが すきですね。」

“A, sou desu. D.O kun mo nihongo ga suki desune.”

“Oh, ya. D.O juga suka bahasa Jepang.”

 

「つぎは ほかの ことを はなしましょう。」

“Tsugiwa, hokano koto wo hanashimashou.”

“Selanjutnya, ayo kita bicarakan hal yang lain!”

 

「ほかの?」

“Hokano?” Celetuk Chanyeol dengan wajah penuh tanya. Aduh… kenapa mereka jadi fokus pada kosakata begini?

 

「ほかげ 친구?」

“Hokage chingu?”

“Temannya Hokage?”Candanya sambil setengah tertawa.  Hah! Ini anak, kenapa malah nyambung ke Naruto segala.

 

「ほかのは。。。」

“Hokano wa…”

“Hokano itu …” Aku berpikir sejenak memikirkan bagaimana menjelaskan arti kata ini.

 

「ほかのは。。。」

“Hokano wa…” Goda Lay meniruku yang sedang dalam kesulitan karena pertanyaan mereka.

 

「かんくご!かんこくご!」

“Kankokugo! Kankokugo!”

“Bahasa Korea! Bahasa Korea!” Celetuk Sehun seperti tidak sabar menunggu aku menjelaskan kata hokano untuk mereka.

 

「いいえ!ダメです!わたしは にほんご だけで はなします。」

“Iie!  Dame desu! Watashiwa nihongo dake de hanashimasu.”

“Tidak! Tidak boleh! Saya hanya akan bicara dalam bahasa Jepang.”

 

「がんばってください!まっています。」

“Ganbatte kudasai! Matte imasu.”

“Semangat! Kami menunggu.” Celetuk Chanyeol.

 

「ほかのは?」

“Hokano wa?” Ulang Chanyeol sekali lagi  dengan tangan mempersilahkanku menjawab. Wajahnya tertawa kecil. Dia seperti murid jahil yang sedang menguji gurunya. Anggota yang lain pun jadi ikut-ikutan tertawa.

 

「あっ!」

“A!”

“Ah!” Seruku riang karena telah menemukan cara untuk menjelaskan kata hokano.

 

「EXO-Kのメンバーは カイ、スホ、チャンヨル、ベクヒョン、D.Oです。」

“EXO-K no menba- wa Kai, Suho, Chanyoru, Bekuhyon, D.O.”

“Anggota EXO-K itu Kai, Suho, Chanyeol, Baekhyun, D.O.”

 

「ほ・か・の メンバーは EXO-Mの メンバーです。」

“HO・KA・NO menba- wa EXO-M no menba-desu.”

“Anggota YANG LAIN adalah anggota EXO-M.” Jelasku dengan contoh kalimat yang kupikir akan mudah mereka pahami

 

“다른!”

“Tareun!”

“Yang lain!”  Seru Sehun cepat, tepat setelah aku selesai dengan contoh kalimatku.

 

「はい、そうです!」

“Hai, sou desu!”

“Ya, benar!” Jawabku.

 

「ワァァ!우리 막내 すごい!」

“Waa! Uri mangnae sugoi!”

“Wah! Si bungsu kita ini keren!” Kata Chanyeol yang diiringi tepukan tangan teman-teman lainnya. Sehun tersenyum senang bercampur malu-malu.

 

「せんせい、おつかれさまでした。」

“Sensei, otsukaresama deshita!”

“Sensei, Terima kasih atas kerja kerasnya!” Ungkap Suho.

 

「えっ?」

“E?”

“Emh?”

 

「せんせい、。。。음…..」

“Sensei,….emh….” Suho sedang berusaha untuk bicara dalam bahasa Jepang. Dari matanya yang seperti tidak sedang menatap apapun, aku tahu dia sedang berpikir keras.

 

「いま、ぼくたちは ほかの わかります。」

“Ima, bokutachi wa hokano wakarimasu.”

“Sekarang, kami tahu hokano.” Ungkap Suho.

 

Aku tersenyum. Bukan karena tersipu oleh perkataannya tapi karena usahanya. Dia mengungkapkan kalimat dengan menyambung satu per satu kata bahasa Jepang.  Cara mengungkapkan kalimat  ‘Sensei, terima kasih sekarang kami tahu arti hokano’ dalam bahasa Jepang tentu bukan seperti itu, tapi kalimatnya tetap bisa aku pahami.

 

せんせいは。。。음….많이 노력하셔서  おつかれさまです。」

“Sensei wa…. eum…manhi noryok hasyoso otsukaresama desu.”

“Sensei, begitu berusaha keras, terima kasih.” Sambung Suho. Aku tersenyum lagi.

 

「スホくんも すごく ど・りょ・く して、おつかれさまでした。」

“Suho-kun mo sugoku DO・RYO・KU shite otsukaresama deshita.”

“Suho-kun juga berusaha sangat keras. Terima kasih.” Jawabku dengan sengaja menekankan di kata doryoku.

 

「どりょく는 노력?」

“Doryoku neun noryok?”

“Doryoku itu noryok (berusaha)?” Tanya Suho meminta konfirmasi. Aku mengangguk diiringi senyum. Selanjutnya dia yang mengangguk-angguk sambil tersenyum. Sepertinya dia senang bisa menebak kosakata.

 

「では、みなさん。べんきょうが ちょっと すすんでいませんね。」

“Dewa, minasan. Benkyouga chotto susunde imasen ne.”

“Ok, semuanya. Belajarnya jadi tidak maju-maju ya.” Ungkapku dan berharap mereka tidak terlalu bersemangat bermain tebak kata dulu.

 

「いまは じこしょうかい じゃないです。かいわです。」

“Ima wa jikoshoukai janai desu. Kaiwa desu.”

“Sekarang bukan perkenalan diri, tapi percakapan.”

 

「かいわ、대화!」

“Kaiwa, Taehwa!” Tiba-tiba Kai mengambil alih kebiasaan Chanyeol. Aku pun tersenyum dan mengangguk. Berharap mereka bisa bersabar sebentar untuk tidak terlalu antusias bermain tebak kata.

 

「そうです。みなさんが ともだちと かいわを します。」

“sou desu. Minasan ga tomodachi to kaiwa o shimasu.”

“Betul. Kalian akan bercakap-cakap dengan teman kalian.”

 

「じゃ、みなさん、いち、に、さん、しっていますか。」

“Ja, minasan, ichi, ni, san, shitte imasuka?”

“Ok, apa semuanya tahu 1,2,3?” Tanyaku.

 

「いち、に、さん、よん、ご、ろく、なな、はち、きゅう、じゅう。」

“Ichi, ni, san, yon, go, roku, nana, hachi, kyuu, juu.”

“1,2,3,4,5,6,7,8,9,10.” Seru D.O penuh semangat.

 

「はい。すごいよ D.Oくん!」

“Hai!  Sugoiyo D.O-kun!”

“Betul! Hebat D.O-kun!”

 

「カイくん、もういちど いってください。」

“Kai-kun, mou ichido itte kudasai.”

“Kai-kun, ucapkan sekali lagi!” Pintaku pada Kai.

 

「いち、に、さん、よん、ご。。。」

“Ichi, ni, san, yon, go…”

“1,2,3,4,5…” Kai terhenti di angka lima. Dia kemudian melirik D.O meminta bantuan. Namun, D.O hanya menjawabnya dengan senyuman manis yang tidak membantu sama sekali.

 

「ろく!」

“Roku!” 

“Enam!” Seru Xiumin.

 

「じゃ、シウミんくん、ろくから いって ください。」

“Ja, Xiumin-kun, roku kara itte kudasai.”

“Ok, Xiumin-kun, sebutkan dari 6!”

 

「ろく、なな、はち、きゅう、じゅう」

“roku, nana, hachi, kyuu, juu.”

“6,7,8,9,10.”

 

「はい。よくできました。」

“Hai, yoku dekimashita!”

“Benar. Bagus sekali!”

 

「ぼく!ぼく!」

“Boku! Boku!”

“Aku! Aku!” Seru Lay tiba-tiba minta dites.

 

「はい。レイくん、どうぞ。」

“Hai, Rei-kun, douzo.”

“Iya, Lay-kun, silahkan.”

 

「いち、に、さん。。よん、ご。。。ろく、はち、あっ!なな、はち、きゅう、じゅう。」

“Ichi, ni, san… yon, go…roku, hachi,  a! nana, hachi, kyuu, juu.”

“1, 2,3…4,5…6,8, eh! 7,8,9,10,” Kata Lay penuh usaha.

 

「じゃ、これ(11)は どう いいますか。」

“Ja, kore (11) wa dou iimasuka?”

“Ok, kalau ini (11) bagaimana menyebutkannya?” Tanyaku sambil menuliskan angka 11 di papan tulis.

 

「じゅういち!」

“Juu ichi!” seru mereka semua. Karena cara menyebutkan angka puluhan dalam bahasa Jepang sama dengan bahasa Korea mereka tidak punya masalah dengan penyebutkan angka ini.

 

「あっ!そうです。みなさんは せばんごうが ありますね。」

“A! Sou desu. Minasan wa sebangou ga arimasune.”

“Ah! Iya. Kalian kan punya nomor punggung ya.” Ujarku sambil menunjuk punggungku sendiri.

 

「はい、あります。」

“Hai, arimasu.”

“Ya, ada.” Jawab Baekhyun. Sepertinya mereka mengerti maksudku.

 

「スホくんは なんばん?」

“Suho-kun wa nanban?”

“Suho-kun nomor berapa?”

 

「ぼくは に あります。いちand なな。」

“Boku wa ni arimasu. ichi and nana.”

“Aku punya dua. 1 dan 7.” Jawabnya.

 

「いちと ななですか。」

“Ichi to nana desuka?”

“1 dan 7?”

 

「はい、いちと ななです。」

“Hai, ichi to nana desu.”

“Ya, 1 dan 7.” Ulang Suho dengan mengganti kata ‘and’ menjadi ‘to’.

 

「レイくんは?」

“Rei-kun wa?”

“Kalau Lay-kun?”

 

「じゅうです。」

“Juu desu.”

“10.”

 

「ぼくは ろくじゅういちです。」

“Boku wa roku juu ichi desu.”

“Aku 61.” Ungkap Chanyeol yang kemudian diteruskan dengan teman-temannya yang lain.

 

「ぼくは じゅうにです。」

“Boku wa juu ni desu.”

“Aku 12.” Kata D.O.

 

「ぼくは はちじゅうはちです。」

“Boku wa hachi juu hachi desu.”

“Aku 88.” Kata Kai.

 

「ぼくは よんです。」

“Boku wa yon desu.”

“Aku 4.” Kata Baekhyun.

 

「ぼくは きゅうじゅうきゅうです。」

“Boku wa 99.” Ungkap Xiumin.

 

「ぼくは きゅうじゅうよんです。」

“Bokuwa kyuu juu yon desu.”

“Aku 94.” Ungkap Sehun.

 

「ぼくは にじゅういちです。」

“Boku wa ni juu ichi desu.”

“Aku 21.” Ungkap Chen.

 

「せんせいは?」

“Sensei wa?”

“Kalau Sensei?” Tanya Sehun.

 

「わたし? わたしは せばんごうは ありませんが。。。」

“Watashi? Watashi wa sebangou wa arimasen ga….”

“Saya? Saya tidak punya nomor punggung, tapi…”

 

「すきな ばんごうは さんじゅうです。」

“Sukina bangou wa san juu desu.”

“Nomor yang aku suka 30.”

 

「どうして。」

“Doushite?”

“Kenapa?”

 

「いま さんじゅうさいですから。」

“Ima san juu sai desukara.”

“Karena sekarang aku 30 tahun.”

 

「なになに さい (~さい)、しって いますか。」

“Nani nani sai (~ sai) shitte imasuka?”

“Tahu (pola) titik titik sai (~~sai)?” Tanyaku pada semuanya. Aku tulis pola itu di papan tulis dan menunggu siapa yang paling cepat menebak, tetapi semuanya diam.

 

「わたしは さんじゅうさいです。」

“Watashi wa san juu sai desu.”

“Aku 30 tahun.” Ulangku masih berharap mereka bisa menebak kalimat itu.

 

“살?”

“sal?”

“Tahun?”  Tebak Kai.

 

「はい、そうです!」

“Hai, sou desu!”

“Ya, benar!” jawabku cepat.

 

“서른요?”

“soreun yo?”

“30 tahun?” Sehun bertanya ulang.

 

「はい、さんじゅうさいです。」

“Hai, san juu sai desu.”

“Ya, 30 tahun.”

 

「セフンくんは EXOのすえこですね。いま なんさいですか。」

“Sefun-kun wa EXO no sueko desune. Ima nan sai desuka?”

“Sehun itu bungsunya EXO ya. Sekarang berapa tahun?” Tanyaku.

 

「にじゅういち。。。さい。」

“Ni juu ichi …sai.”

“Dua puluh satu….tahun.”

 

「あぁ。。。にじゅういっさいですか。」

“Aa..ni juu issai desuka?”

“Ah.. 21 tahun?”

 

「わかいですね。」

“Wakai desune.”

“Muda ya.”

 

「いっさい?」

“Issai?” Tanya Sehun terlihat bingung karena kata ichi-nya menghilang.

 

「そうです。いちは いっさい になっています。」

“Sou desu. ichi wa issai ni natte imasu.”

“Benar. Ichi berubah menjadi issai.”

 

「はちは はっさいです。」

“Hachi wa hassai desu.”

“Kalau hachi (8) menjadi hassai.”

 

「あ、そうですか。」

“A, sou desuka.”

“Oh, begitu.” Ujar Sehun.

 

「じゃ、セフンくん スホくんに きいて ください。なんさいですか。」

“Ja, sefun-kun Suho-kun ni kiite kudasai. Nan sai desuka?”

“Ok, Sehun-kun coba tanya Suho-kun. Berapa tahun?”

 

「にじゅういっさいです。」

“Ni juu issai desu.”

“21 tahun.” Jawab Sehun. Tampaknya dia tidak menangkap kalimatku.

 

「あ、セフンくんじゃなくて、スホくんに なんさいですか きいて ください。」

“A, Sefun-kun janakute, Suho-kun ni nansai desuka kiite kudasai.”

“Bukan Sehun-kun, tapi tanya Suho berapa usianya!” Jelasku dengan lambat.

 

“응?”

“Eung?”

“Hemh?” Sehun masih kebingungan.

 

「しつもん!」

“Shitsumon!”

“Pertanyaan!” Ujarku. Hah! Kenapa aku malah pakai kata yang lebih sulit.

 

“수호형에게 몇살이냐고 물어봐!”

“Suho hyong ege myotsarinyato murobwa!”

“Tanya Suho-hyung berapa tahun usianya!” Baekhyun langsung menyela begitu melihat si bungsu kebingungan.

 

「そうです。ありがとう ベクヒョンくん。」

“Sou desu. Arigatou Bekuhyon-kun.”

“Betul. Terima kasih Baekhyun-kun.” Ucapku merasa diselamatkan oleh Baekhyun yang bisa memahami kalimatku.

 

「あぁぁ!わかりました!」

“Aaaa! Wakarimashita!”

“Aaaa! Aku mengerti!” Seru Sehun yang mulai tercerahkan.

 

「スホ。。。형は なんですか。」

“Suho… hyong wa nan desuka?”

“Suho… kakak (hyong) apa (bahasa Jepangnya)?”

 

「にいさん。スホにいさん。」

“Niisan. Suho niisan.” Jawabku.

 

「OK. スホにいさん、なんさいですか。」

“Ok. Suho niisan, nansai desuka?”

“Ok. Kak Suho, berapa usiamu?” Tanya Sehun.

 

「ぼくは にじゅうごさいです。」

“Boku wa nijuugo sai desu.”

“Aku 25 tahun.”

 

「じゃ、スホくん ほかの メンバーに きいて ください。」

“Ja, Suho kun hokano menba- ni kiite kudasai.”

“Ok, Suho-kun tanyalah anggota yang lain!” Pintaku.

 

「シウミんにいさん、なんさいですか。」

“Shiumin niisan, nan sai desuka?”

“Kak Xiumin, berapa tahun?”

 

「ぼくは にじゅうろくさいです。」

“Boku wa ni juu roku sai desu.”

“Aku 26 tahun.”

 

Kemudian semua orang bergiliran bertanya seperti itu pada anggota lainnya. (Kalau ditulis semuanya kepanjangan hehehe)

 

「じゃ、つぎは、おねがいが あります。」

“ Ja, tsugiwa, onegai ga arimasu.”

“Ok, selanjutanya, saya punya permintaan.” Ungkapku sambil membagikan kertas A4 pada kesembilan idola itu.

 

「ここに かおの えを かいて ください。」

“Kokoni kao no e o kaite kudasai!”

“Gambarlah gambar wajah di sini!” Pintaku sambil memetakannya dengan bahasa tubuh. Menunjuk wajahku sendiri dan memeragakan tangan yang sedang menggambar.

 

“그림 그려?”

“Keurim keuryo?”

“Menggambar?” Tanya Xiumin.

 

「はい!えを かく。」

“Hai! E wo kaku.”

“Ya! Menggambar.” Jawabku.

 

「えを かく。그림 그리다.」

“E wo kaku. Keurim keurida.”

“E wo kaku. Menggambar.” Ulang Baekhyun yang sepertinya sedang mencoba menghapalkan kosakata.

 

「なに え?」

“Nani e?”

“Gambar apa?” Tanya Sehun.

 

「あ、なんの えですか。」

“A, nan no e  desuka?”

“Ah, gambar apa?” Aku mengulang pertanyaan Sehun.

 

「かおです。」

“Kao desu.”

“Wajah.”

 

「だれですか。」

“Dare desuka?”

“Siapa?” Tanya Chen.

 

「だれでも いいです。」

“Dare demo ii desu.”

“Siapa saja boleh.” Jawabku.

 

“여자? 남자?”

“Yoja? Namja?”

“Perempuan? Laki-laki?” Selanjutnya Lay yang bertanya.

 

「おんなでも おとこでも いいです。」

“Onna demo otoko demo ii desu.”

“Boleh perempuan boleh laki-laki.” Jawabku. Aku menunjuk diriku sendiri saat mengatakan onna dan menunjuk mereka saat berkata otoko.

 

Begitu aku selesai menjawab pertanyaan Lay, tiba-tiba seseorang tertawa-tawa kecil sendiri. Tawa itu keluar dari bibir Chanyeol.

“질문는 그만해! 그냥 그려!”

“Jilmun neun keuman hae! Keunyang keuryo!”

“Berhenti bertanya! Gambar saja!” Ungkap Chanyeol.

 

「せんせい、ごめんなさい。 みんな うるさい。」

“Sensei, gomen nasai. Minna urusai.”

“Sensei, maaf! Mereka berisik!”

 

「チャンヨルくんは うるさくないですか。」

“Chanyoru-kun wa urusakunai desuka?”

“Kalau Chanyeol-kun tidak berisik?” Tanyaku sambil tersenyum.

 

「すこし。」

“Sukoshi!”

“Sedikit!” Jawabnya sambil tersenyum malu-malu. Dia mendeskripsikan sedikit itu dengan jari jempol dan telunjuk yang hampir menempel. Kemudian, dia pun sunyi dan meneruskan menggambar.

 

“됐다!”

“Dwaetta!”

“Sudah jadi!” Seru Lay.

 

「できましたか。」

“Dekimashitaka?”

“Sudah selesai?” Tanyaku.

 

「できました!」

“Dekimashita!”

“Sudah selesai!” Ulang Lay.

 

「ぼくも できました。」

“Bokumo dekimashita!”

“Aku juga sudah selesai!” Sambung D.O.

 

「じゃ、できたら、うしろに なまえ、くに、なんさいか、かいて ください。」

“Ja, dekitara, ushiro ni namae, kuni, nansai ka, kaite kudasai.”

“Ok, kalau sudah selesai tulislah nama, negara, dan berapa tahun!” Pintaku.

 

「くには かんこく、にほん、ちゅうごく、インドネシア 밖에 몰라요.」

“Kuni wa kankoku, nihon, chuugoku, Indonesia, bakke mollayo.”

“Negaranya hanya tahu Korea, Jepang, China, Indonesia,” Kata Chen.

 

「미국は?」

“Miguk wa?”

“Kalau Amerika?” Tanya Chen.

 

「アメリカです。」

“Amerika desu.”

“Amerika.”

 

“영국은?”

“Yongugeun?”

“Kalau Inggris?” Tanya Kai.

 

「イギリス。」

“Igirisu.” Jawabku. Mereka kemudian mulai memberi identitas pada gambar yang mereka buat.

 

「じゃ、いま ふたりずつに してください。」

“Ja, ima futari zutsu ni shite kudasai.”

“OK, sekarang buat kelompok dua orang dua orang.”

 

「チェンくんは わたしと かいわを します。」

“Chen kun wa watashi to kaiwa o shimasu.”

“Chen melakukan percakapan denganku.”

 

「ちょっと かんたんな えを かきますね。」

“Chotto kantan na e o kakimasu ne.”

“Sebentar aku buat dulu gambarnya yang gampang ya.” Kataku baru sadar kalau muridku jumlah nya ganjil. Aku pun segera membuat gambar wajah sederhana untuk bahan percakapan dengan Chen.

 

「できました。じゃ、チェンくん、かいわをしましょう。」

“Dekimashita. Ja, Chen kun, kaiwa o shimashou.”

“Sudah jadi. Ok, Chen-kun. Ayo kita lakukan percakapan.” Kataku. Kedelapan muridku yang lain memperhatikan kami.

 

「チェンくん、いま チェンくんは そのひとに なってください。」

“Chen-kun, ima Chen-kun wa sono hito ni natte kudasai.”

“Chen-kun, sekarang Chen-kun jadi orang itu!” Pintaku sambil menunjuk gambar wajah yang dibuat oleh Chen.

 

「はい、わかりました。」

“Hai, wakarimashita.”

“Ya, mengerti.” Jawabnya. Kemudian demonstrasi percakapan pun dimulai.

 

「おなまえは なんですか。」

“Onamae wa nan desuka?”

“Siapa nama Anda?”

 

「ぼくは ソン・ヘギョです。」

“Boku wa Son He Gyo desu.”

“Aku Song Hye Kyo.”

 

「おんなは ぼくって あまり いいませんね。」

“Onna wa bokutte amari iimasen ne.”

“Perempuan jarang pakai kata ‘boku’.” Komentarku.

 

「あぁ。OK。わたしは ソン・ヘギョです。」

“Aa. Ok. Watashi wa Song Hye Gyo.” Ulang Chen merevisi kalimat sebelumnya.

 

「どこから きましたか。」

“Doko kara kimashitaka?”

“Berasal dari mana?”

 

「かんこくから きました。」

“Kankoku kara kimashita.”

“Aku berasal dari Korea.”

 

「すみません、ソン・ヘギョさんは なんさいですか。」

“Sumimasen, Son He Gyo–san wa nan sai desuka?”

“Maaf, Berapa Usia Nona Song Hye Kyo?”

 

「わたしは さんじゅうよんさいです。」

“Watashi wa san juu yon sai desu.”

“Aku 34 tahun.”

 

「じゃ、いま チェンくんは わたしに きいてください。」

“Ja, ima Chen-kun wa watashi ni kiite kudasai.”

“Ok. Sekarang Chen-kun tanpa padaku.”

 

「はい。」

“Hai.”

“OK!”

 

「すみません、おなまえは なんですか。」

“Sumimasen, onamae wa nan desuka?”

 

「アニタです。」

“Anita desu.”

 

「アニタさんは どこから きましたか。」

“Anita-san wa doko kara kimashitaka?”

 

「アメリカです。」

“Amerika desu.”

 

「なんさいですか。」

“Nan sai desuka?”

 

「はたちです。」

“Hatachi desu.”

 

「はたち?」

“Hatachi?” Chen dan beberapa orang temannya langsung memperlihatkan wajah penuh tanda tanya ketika mendengar kata hatachi.

 

「にじゅうさいは はたちです。」

“Ni juu sai wa hatachi desu.”

“Dua puluh tahun itu hatachi.” Jawabku.

 

「あ、そうですか。」

“A, sou desuka.”

“Oh, begitu!” Ucap Chen sambil menulis kata hatachi itu di kertas gambarnya. Beberapa orang temannya pun mengikutinya.

 

「では チェンくん、この ひとに ついて はなして ください。」

“Dewa Chen-kun, kono hito ni tsuite hanashite kudasai.”

“Ok, Chen-kun ,tolong ceritakan tentang orang ini!” Pintaku sambil menunjuk gambar yang kupegang.

 

“응?”

“Eung?”

“Hemh?” Chen bingung. Dia tidak menangkap apa yang aku katakan. Akhirnya aku putuskan untuk memberi contoh padanya.

 

「そのひとは ソン・ヘギョさんです。」

“Sono hito wa Song He Gyo-san desu.”

“Orang itu Song Hye Kyo-san” Paparku sambil menunjuk gambar yang dibuat Chen.

 

「ソン・ヘギョさんは かんこくから きました。」

“Song He Gyo-san wa kankoku kara kimashita.”

“Song Hye Kyo-san berasal dari Korea.”

 

「さんじゅうよんさいです。」

“San juu yon sai desu.”

“34 tahun.”

 

 

「あぁぁ。Ok. わかりました。」

“Aaa. Ok. Wakarimashita.”

“Aaa. Ok.  Aku mengerti.”

 

“아! 아까 이름이 뭐지?”

“Ah! Akka ireumi mwoji?”

“Ah! Tadi namanya siapa?” Ucapnya.

 

“아니따! 아니따!”

“Anita! Anita!” Bantu Kai.

 

「アニタさんです。アメリカからきました。はたちです。」

“Anita-san desu. Amerika kara kimashita. Hatachi desu.”

“Anita. Berasal dari Amerika. 20 tahun.” Jelas Chen.

 

「そうです。よくできました。」

“Sou desu. Yoku dekimashita.”

“Benar! Bagus sekali!” Pujiku sambil bertepuk tangan yang diikuti teman-teman lainnya.

「じゃ、みなさん、どうぞ おともだちと かいわを してください。」

“Ja, Minasan, douzo. Otomodachi to kaiwa o shite kudasai.”

“Ok, Silahkan kalian lakukan percakapan dengan teman-teman kalian.”

 

Mereka pun secara berpasangan melakukan percakapan seperti yang Chen dan aku lakukan. Suho dengan Lay, Chanyeol dengan D.O, Kai dengan Baekhyun, dan Xiumin dengan Sehun.

 

「どうでしたか。よくできましたか。」

“Dou deshitaka? Yoku dekimashitaka.”

“Bagaimana? Bisa?” Tanyaku setelah semuanya berhasil melakukan percakapan dan menceritakan ulang.

 

「はいいいい!できました!」

“Haiiii! Dekimashita!”

“Yaaaa! Bisa!” Seru Baekhyun semangat.

 

「よかったですね。」

“Yokatta desune.”

“Baguslah!”

 

「わたしが かえるまえに、みなさんは この かみに きづいたことを かいて ください。おねがいします。」

“Watashiga kaeru maeni, minasan wa kono kami ni kizuita koto wo kaite kudasai. Onegaishimasu”

“Sebelum saya pulang. Tulislah hal apa yang kalian sadari di kertas ini. tolong!” Pintaku.

 

「なんですか。」

“Nan desuka?”

“Apa?” Tanya Kai. Aku kebingungan lagi karena mereka lagi-lagi bingung.

 

「きょうは なにを べんきょうしましたか。かいてください。」

“Kyou wa nani o benkyou shimashitaka. Kaite kudasai.”

“Hari ini belajar apa? Tulis!”

「いま これ わかりました。 かいてください。」

“Ima kore  wakarimashita. Kaite kudasai.”

“Sekarang aku mengerti ini. Tulis!”

「これ わかりません。 かいてください。」

“Kore wakarimasen. Kaite kudasai.”

“Aku tidak mengerti ini. Tulis.”

 

「あ、わかりました!」

“A, wakarimashita!”

“Ah, aku mengerti!” Seru Kai. Kemudian  Kai pun membantu pekerjaanku. Dia menjelaskan dengan bahasa Korea apa yang aku maksud.  Mereka pun mulai bekerja membuat catatan setelah pembelajaran.

 

Saat mereka sedang sibuk menulis hal-hal apa saja yang mereka sadari, tiba-tiba Suho keluar kelas sebentar dan kembali dengan membawa sekaleng minuman untukku.

「せんせい。주수 どうぞ。」

“Sensei. Jusu. Douzo.”

“Sensei, silahkan jusnya.” Katanya sambil memberikan kaleng jus yang dia buka sesaat sebelum dia menyerahkannya kepadaku.

 

「ありがとう。」

“Arigatou!”

“Terima kasih!” Ungkapku. Kuseruput Jus apel itu sambil menonton para idol yang serius sekali menuruti permintaanku.

 

Hampir sekitar setengah jam lamanya mereka menulis di kertas furikaeri shi-to. Aku tersenyum kagum melihat apa yang mereka tulis. Inilah kebahagian menjadi seorang guru.

 

「またあしたね。」

“Mata ashita ne.”

“Sampai jumpa besok ya.” Kataku sebelum berpisah dengan mereka.

 

「またあした!」

“Mata ashita!” Mereka semua melambaikan tangan padaku sesaat sebelum aku keluar dari asrama mereka.

 

Oke! Saatnya aku memeriksan hasil kerja mereka dan tidur! Sampai bertemu di episode selanjutnya!

 

Minna no furikaeri shi-to

xiumin1Baekhyun1chanyeol1Chen1DO1kai1Lay1Sehun1Suho1

Furikaeri shi-to selanjutnya hanya ditampilkan sebagian-sebagian….^^

EXOと日本語 DAY 1: じこしょうかい

 

exotonihongo1

Disclaimer:

Serial ini dibuat untuk hiburan sekaligus untuk mengajarkan bahasa Jepang. Jika ingin men-share, tolong hanya dengan memberikan link-nya tanpa copy-paste.  Semoga bermanfaat! Yoroshiku onegaishimasu!

***

Untuk memudahkankan saat membaca. Percakapan tokoh menggunakan warna berikut:

Ira   Suho   Chanyeol   Chen   Baekhyun   D.O   Kai   Lay   Xiumin   Sehun   semua

***

Tiba-tiba aku jadi guru bahasa Jepangnya EXO. Kok bisa? Bisa aja! Namanya juga cerita fiksi. Apapun yang tidak terjadi di kenyataan bisa diciptakan di cerita fiksi. Kok bukan orang Korea yang ngajarnya? Atau orang Jepang sekalian biar afdol. Jangan protes! Yang berkuasa yang nulis cerita. Jadi terima saja kalau ceritanya aku dipanggil ke Korea buat mengajar bahasa Jepang ke mereka.

Pintu asrama mereka pun terbuka setelah sebelumnya  bel yang aku tekan berbunyi nyaring.

 

「こんにちは!」

“Konnichiwa!”

“Selamat siang!”  Sapa anggota yang bernama Suho.

 

「こんにちは!」Balasku.

“Konnichiwa!”

“Selamat siang!”

 

Lalu kedelapan anggota lain secara serentak mengucapkan sapaan yang sama dalam bahasa Jepang:

 

「こんにちは!」

“Konnichiwa!”

“Selamat siang!”

 

「こんにちは!」

“Konnichiwa!”

“Selamat siang!” Sekali lagi aku membalas mereka. Kemudian semuanya terdiam. Mereka sepertinya bingung harus bicara apalagi. Mereka saling melirik pada teman-teman mereka dan tertawa-tawa sambil bicara dalam bahasa Korea.

 

 “들어오세요!”

“Deuro oseyo!”

“Silahkan masuk!” Akhirnya anggota yang kukenali sebagai orang yang bernama Kai menyerah untuk tetap berbahasa Jepang. Dia mempersilahkan aku masuk dengan menggunakan bahasa Korea.

 

「ありがとうございます。しつれいします。」

“Arigatou gozaimasu! Shitsurei shimasu. ”

“Terima kasih! Permisi!” Kataku seraya masuk ke dalam asrama mereka. Ternyata mereka telah mempersiapkan sebuah ruangan untuk kami belajar. Ruangannya seperti ruangan kelas di sekolah-sekolah di Korea.

 

Mereka duduk di bangku murid dan aku duduk di kursi guru. Mereka masih tersenyum-senyum sendiri. Tampaknya masih bingung bagaimana caranya berkomunikasi denganku. Dari surat yang aku dapat dari perusahaan mereka aku tahu kalau mereka sudah pernah belajar bahasa Jepang, tapi sampai mana kemampuan mereka aku tidak begitu tahu.

 

「あの。。。かんこくご。。。できますか。。。」

“Ano… Kankokugo…dekimasuka?”

 “Emh… apa Anda bisa bahasa Korea?” Tanya seorang yang kutahu namanya adalah D.O

 

「すこし できます。」

“Sukoshi dekimasu.”

“Bisa sedikit” Jawabku.

 

“아! 다행이다!”

“A! Tahaeng ida”

 “Ah! Syukurlah!” Gumam D.O

 

“한국어 조금 할 수 있다고!”

 “Hangugo jogeum halsu ittago!”

 “Dia bilang bisa  sedikit bahasa Korea!” Ungkap D.O pada teman-temannya.

 

「でも、わたしは にほんごの せんせいですから、にほんごで はなしますよ。」

“demo, watashi wa nihongo no sensei desukara, nihongode hanashimasu yo.”

“Tetapi, karena saya guru bahasa Jepang, saya akan bicara dalam bahasa Jepang.” Ungkapku. Wajah santai mereka kembali menjadi panik.

 

“근데, 우리가 일본어는 잘 몰라요! “

“Keunde, uriga ilbono neun jal mollayo.”

 “Tetapi kita tidak bisa bahasa Jepang dengan baik!” Keluh Sehun.

 

「みなさんも できれば わたしに にほんごで はなしてください。」

“Minasan mo dekireba watashi ni nihongo de hanashite kudasai.”

“Kalian juga usahakan bicara bahasa Jepang kepada saya.” Ungkapku pelan-pelan agar mereka mampu menangkap yang aku katakan dan berusaha menebak maksudnya.

 

「わからないときには かんこくごでも えいごでも いいです。」

 “Wakaranai tokiniwa kankokugo demo eigo demo ii desu.”

 “Kalau kalian tidak mengerti, boleh dengan bahasa Korea atau bahasa Inggris.” Lanjutku masih dengan kecepatan rendah berharap mereka bisa memahami kalimatku. Namun, saat kulihat wajah mereka seperti kebingungan.

 

「わかりましたか。」

“Wakarimashitaka?”

“Apa kalian mengerti?” Tanyaku untuk memastikan apakah mereka bisa menangkap kata-kataku atau tidak.

 

“우리가 선생님한테 일본어로 말해야되고, 하지만 잘 할 수 없으면 한국어나 영어도 돼요.”

“Uriga sonsaengnim hanthe ilbonoro malhaeyadwego,hajiman jal halsu obseumyon hangugona yongodo dwaeyo.”

“Kita harus bicara bahasa Jepang kepada Sensei, tetapi kalau tidak bisa, boleh dengan bahasa Korea atau bahasa Inggris.”

 

“ 그런 뜻인가요?”

 “Keuron tteushingayo?”

 “Apakah begitu maksudnya?” Tanya D.O dengan wajah harap-harap cemas.

 

「はい、そうです。すごいですね D.Oくん。よくできました。」

“Hai, sou desu. sugoi desune D.O kun. Yoku dekimashita.”

 “Ya, betul. Hebat O.D. Bagus sekali!” Pujiku sambil bertepuk tangan. Teman-temannya pun ikut memujinya. Aku rasa D.O adalah anggota yang pemahamannya paling baik sejauh ini.

 

「では、べんきょうするまえに じこしょうかいを しましょう。」

“Dewa, benkyou suru maeni jikoshoukai o shimashou!”

 “Ok, sebelum kita mulai belajar, mari kita berkenalan dulu!” Kataku. Mereka meraba-raba apa yang aku maksud. Aku lihat wajah D.O-kun. Dari kerutan di dahinya aku tahu dia sedang berusaha keras mencoba memahami kalimatku.

 

「わたしから ですね。」

“Watashi kara desu ne.”

“Dimulai dari aku dulu ya!” Sambungku. Mereka memperhatikanku lekat-lekat, tampaknya di kepala mereka masih menerka-nerka ucapkanku.

 

「こんにちは わたしは イラです。」

“Konnichiwa  watashiwa ira desu.”

 “Selamat siang, saya Ira.” Ungkapku.

 

“아! 자기소개! 자기소개!”

“Ah! Jagisogae! Jagisogae!”

“Ah! Perkenalan diri! Perkenalan diri!” Tiba-tiba beberapa orang dari mereka memotong perkenalan diriku karena akhirnya tanda tanya mereka terjawab.

 

「そうです。じこしょうかいです。」

“Sou desu. Jikoshoukai desu.”

“Ya! Perkenalan diri.” Tegasku. Walaupun sedikit telat, tapi senang akhirnya mereka bisa memahami maksudku.

 

「じこ。。。」

“Jiko…” Xiumin berusaha mengulang kata perkenalan diri dalam bahasa Jepang.

 

「じこしょうかい。」

 “Jikoshoukai.”

“Perkenalan diri.” Bantuku.

 

「じこしょうかい。」

“Jikoshoukai” Ulang Xiumin jelas.

 

「じこしょうかい どうぞ!」

“Jikoshoukai douzo!”

“Silahkan perkenalan diri!” Tiba-tiba ChanYeol menggunakan kata-kata yang sudah diketahuinya untuk mempersilahkanku memperkenalkan diri kembali.

 

「どうぞ!どうぞ!」

“Douzo! Douzo!”

“Silahkan! Silahkan!” Akhirnya semua anggota ikut-ikutan menggunakan kata bahasa Jepang untuk mempersilahkan aku melanjutkan perkenalan diriku. Aku tersenyum senang. Wajah panik karena kaharusan berbahasa Jepang denganku mulai lenyap berganti dengan wajah penuh semangat.

 

「ありがとうございます。」

“Arigatou gozaimasu.”

“Terima kasih!” ungkapku.

 

「こんにちは わたしは イラです。インドネシアから きました。」

“Konnichiwa watashiwa Ira desu. Indonesia kara kimashita.”

“Halo, saya Ira dari Indonesia.”

 

「どうぞよろしくおねがいします。」

“Douzo yoroshiku onegaishimasu.”

“Mohon kerjasamanya!”

 

 

「よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.” Jawab mereka semua sambil menundukkan kepalanya. Aku rasa mereka sudah sering memperkenalkan diri mereka dalam bahasa Jepang, jadi mereka sepertinya sudah tahu bagaimana memberika respon untuk perkenalan diri orang lain.

 

「せんせい!」

 “Sensei!”

 “Sensei!” Tiba-tiba D.O mengangkat tangannya.

“ 아까는…インドネシア。。。 なに?」

 “Akka neun…. Indonesia…. nani?”

 “Tadi… Indonesia…..apa?”

 

「インドネシア から きました。」

“Indonesia kara kimashita.”

 

「から きましたは 에서 왔어요?”

 “Kara kimashita wa esso wassoyo?”

 “kara kimashita itu artinya esso wassoyo = (berasal dari)?” Tanyanya lagi.

 

「はい、そうです。」

“Hai, sou desu.”

 “Ya, benar!” Jawabku.

 

“아! 그러면…こんにちは ぼくは スホです。」

“A! keuromyon…konnichiwa bokuwa Suho desu.”

“Ah! Kalau begitu…. halo saya Suho!” 

 

「かんこくから きました。」

“Kankoku kara kimashita.”

 “Saya  berasal dari Korea.”

 

「 よろしくおねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

“Mohon kerjasamanya!” Papar Suho memperkenalkan dirinya dalam bahasa Jepang.

 

「よろしくおねがいします。よくできました。スホくん!」

“Yoroshiku onegaishimasu. Yoku dekimashita. Suho kun! “ Jawabku.

“Mohon kerjasamanya. Bagus sekali Suho-kun!” Pujiku

 

「つぎ おねがいします。」

“Tsugi onegashimasu.”

“Selanjutnya silahkan!”  Aku  meminta anggota yang ada di samping Suho memperkenalkan dirinya.

 

「こんにちは ぼくは レイです。ちゅうごく から きました。」

“Konnichiwa bokuwa Rei desu. Chuugoku kara kimashita”

 “Halo! Aku Lay. Aku berasal dari China.”

 

「 よろしくおねがします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 “Mohon kerjasamanya!”

 

「こんにちは EXOのチャンヨルです。」

“Konnichiwa EXO no Chanyoru desu.”

“Halo, saya Chanyeol dari EXO.”

 

「ぼくは ハンサムです。」

“Bokuwa hansamu desu!”

 “Saya tampan!”  Chanyeol tertawa setelah memperkenalkan dirinya. Anak ini sepertinya punya penyakit percaya diri yang tidak ada obatnya.

 

「ハンサムですか。」

“Hansamu desuka?”

 “Apakah dia tampan?” Tanyaku pada teman-temannya.

 

「ハンサムです。でも。。。」

“Hansamu desu. demo….”

 “Tampan. Tapi….” Baekhyun mencoba menjelaskan sesuatu . Namun, tampaknya dia kesulitan menemukan kosakata untuk meneruskan kalimatnya.

 

 “말이 많아요!”

 “Mari manhayo!”

“Banyak bicara!” Akhinya Baekhyun melanjutkanya dalam bahasa Korea.

 

「うるさい?」

 “Urusai?”

 “Berisik?” Tanyaku.

 

「はい。うるさいです。」

“Hai, urusai desu.”

“Ya, Berisik.” Tegas Baekhyun.

 

「いいえ。うるさい。。。うるさい。。。ありません。」

“Iie. Urusai…urusai… arimasen.”

“Tidak… tidak berisik. ” Chanyeol mencoba membela dirinya.

 

「みて!うるさいです。せんせい。」

“Mite! Urusai desu. Sensei!”

 “Lihat! Dia berisik Sensei.” Tegas Baekhyun.

 

「いいえ。うるさくないですよ。」

“Iie, urusakunai desuyo.”

“Tidak, tidak berisik kok.”

 

「チャン ヨルくんは じょうだんが すきです。」

“Chanyoru-kun wa joudan ga suki desu.”

 “Chanyeol senang bercanda.” Belaku.

 

「じょうだん? 」

 “Joudan?” Tanya Chanyeol padaku meminta penjelasan untuk kata yang tidak dia tahu artinya.

 

「ジョーク。」

“Jo-ku].”

Joke.” Jawabku.

 

「ジョーク?」

“Jo-ku?” Chanyeol masih tidak bisa menebak kata yang sebutkan.

 

「はい。ジョーク。えいごです。」

“Hai. Jo-ku. Eigo desu.”

 “Ya. Jo-ku. Bahasa Inggris.” Jelasku mencoba memberi klu.

 

「ジョーク。。。ジョーク。。。ジョーク。。。」

“Jo-ku…jo-ku…jo-ku.” Chanyeol berusaha keras menemukan kata dalam bahasa Inggris yang mirip dengan bunyi kata yang disebutkannya.

 

“A! Joke! 농담! [nongdam!]” Seru Suho tiba-tiba.

 

「はい。そうです。にほんごで じょうだんです。」

“Hai. Sou desu. Nihongo de joudan desu.”

 “Ya, benar! Bahasa Jepangnya joudan.”

 

 

「ワァ!スホにいさん すごいです。」

“Waa! Suho nii san sugoi desu.”

“Wah! Suho-Hyung hebat!)” Puji Chanyeol.

 

「そうです。ぼくは じょうだん すきです。」

“Sou desu. boku wa joudan suki desu.”

“Betul! Aku suka bercanda.” Tegas Chanyeol.

 

「うるさい!!!」

“Urusai!!!”

“Berisik!!!” Tiba-tiba D.O berteriak membuat kami kaget.

 

「いま ぼくです。じこしょうかい。」

“Ima boku desu. jikoshoukai.”

“Sekarang giliranku. Perkenalan diri.” Ungkap D.O

 

「すみません。どうぞ!どうぞ!」

“Sumimasen. Douzo! Douzo! “

“Maaf. Silahkan! Silahkan!” Balas Chanyeol.

 

「はい、つぎは D.Oくんです。どうぞ!」

“Hai,  tsugi wa D.O-kun desu. Douzo!”

 “Ya, berikutnya D.O-kun. Silahkan!” Kataku.

 

 

「こんにちは ぼくの なまえはD.Oです。」

“Konnichiwa boku no namaewa D.O desu.”

“Halo! Nama saya D.O.”

「ぼくは ギョンギから きました。」

“Boku wa Gyonggi kara kimashita.”

 “Aku berasal dari Gyeonggi.”

 

「 ぼくは にほんごが すきです。」

“Boku wa nihongo ga suki desu.”

“Saya suka bahasa Jepang.”

 

「どうぞ よろしく おねがいします。」

“Douzo yoroshiku onegaishimasu.”

“Mohon kerjasamanya.”

 

「よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 

「すごいです。じゃ、つぎは カイくん。どうぞ!」

“Sugoi desu. Ja, tsugiwa Kai-kun. Douzo!”

 “Keren! Ok, berikutnya Kai-kun. Silahkan!”

 

「こんにちは カイです。スンチョンから きました。」

“Konnichiwa Kai desu. Shunchon kara kimashita.”

“Halo. Aku Kai dari Shuncheon.”

 

「よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 

「こんにちは ぼくは ベクヒョンです。」

“Konnichiwa bokuwa Bekuhyon desu.”

“Halo! Aku Baekhyun.”

「ぼくは うたが すきです。」

 “Boku wa utaga suki desu.”

 “Aku suka menyanyi.”

「 よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 

「こんにちは はじめまして ぼくは シウミんです。」

“Konnichiwa  hajimemashite bokuwa Shiumin desu.”

“Halo, Perkenalkan saya Xiumin.”

 

「ギョンギから きました。」

“Gyonggi kara kimashita.

“Dari Gyeonggi.”

 

 [ぼくは ダンスが すきです。]

“Bokuwa dansu ga suki desu.”

 “Aku suka menari.”

 

「 どうぞ よろしく おねがいします。」

“Douzo yoroshiku onegaishimasu.”

 

 

「こんにちは すえこ セフンです。ソウルから きました。」

“Konnichiwa  sueko Sefun desu. Souru kara kimashita.”

“Halo, aku si bungsu Sehun. Dari Seoul”

 

「よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 

「じゃ、さいごの ひと チェンくん おねがいします。」

“ Ja, saigo no hito Chen-kun onegaishimasu.”

“Ok, yang terakhir, Chen-kun silahkan!”

 

「こんにちは EXOのチェンです。よろしく おねがいします。」

“ Konnichiwa EXO no Chen desu. Yoroshiku Onegaishimasu.”

“Halo, aku Chen dari EXO. Mohon kerjasamanya.”

 

「ワー!よくできました。みなさんは これより もっと おもしろい じこしょうかいを よくするとおもいます。」 

“Waa! Yoku dekimashita. Minasanwa kore yori motto omoshiroi jikoshoukai o yoku suruto omoimasu.”

“Waa! Bagus sekali. Saya rasa kalian sering memperkenalkan diri lebih menarik dari ini.”

 

Mereka tidak merespon apapun. Selain kata Kalimat ‘Yoku dekimashita!’ sepertinya kata-kata yang lain berlalu begitu saja. Tetapi tiba-tiba…

 

「あっ!おもしろい!」

“A! Omoshiroi!” Tiba-tiba Baekhyun berseru keras seolah ingat sesuatu.

 

「おもしろいは 재미 있다!”

“Omoshiroi wa jaemi itta!”

“Omoshiroi itu artinya jaemi itta (Menyenangkan).” Ungkapnya Baekhyun yang mampu mengingat kosakata-kosakata yang pernah digunakannya. Namun, rasanya kata omoshiroi yang dia sadari maknanya itu tidak mampu membuat dia menebak, kalimat panjang yang aku katakan. Tidak apa!

 

「はい。そうです。」

“Hai, sou desu.”

“Ya, benar!”

 

 

「ワー!みなさん、ほんとうに すごいですね。」

“Wa! Minasan, hontouni sugoi desune.”

“Wa! Kalian semua benar-benar hebat.”

 

「じこしょうかいが おわりましたから、つぎは ほんとうの べんきょうです。」

“Jikoshoukai ga owarimashita kara, tsugiwa hontouno benkyou desu.”

“Karena perkenalan dirinya sudah selesai selanjutnya kita akan benar-benar belajar.” Ujarku.

 

“자기소개가 끝났으니까, 지금 바로 공부.”

“Jagisogaega kkeutnasseunikka, jigeum baro kongbu.”

Karena perkenalan diri sudah selesai, sekarang mulai belajar.” Celetuk Chanyeol menerjemahkan yang  baru aku katakan.

 

「ワー!すごい!すごい!」

“Wa! Sugoi! Sugoi!”

“Wah! Hebat! Hebat!” Seruku yang senang karena Chanyeol bisa menerjemahkan kalimatku. Anggota yang lain pun berseru kagum. Wajah narsis Chanyeol pun keluar.

 

「せんせい!べんきょうしましょう!がんばりま~~す!」

“Sensei! Benkyou shimashou! Ganbarima~~su!”

“Sensei! Ayo kita belajar! Semanga~~~t!” Teriaknya penuh antusiasme.

 

「じゃ、はじめましょう。みなさん、よろしくおねがいします。」

“Ja, Hajimemashou. Minasan, Yoroshiku onegaishimasu.”

“OK, Mari kita mulai. Semuanya, mohon kerjasamanya.”

 

「よろしくおねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

“Mohon kerjasamannya.” Jawab mereka serempak sambil menundukkan kepalanya.

%d bloggers like this: