Archive

Archive for the ‘PUISI’ Category

スキマ

September 27, 2016 Leave a comment

スキマ

一ヶ月に
一週間をください。
クラフトのものを作りたい。
絵カードを整理したい。
一年間に
一ヶ月をください。
シラバスや教案などを書く。
そうただ「書く」よ。
「書きたい」じゃない。 Read more…

Categories: PUISI Tags: , ,

日曜日

September 25, 2016 Leave a comment

日曜日

日曜日は
日曜日らしく時を扱いたい。
仕事を触ったら
日曜日が死ぬ。

Categories: PUISI Tags: ,

Risau

Sudahlah risau pulanglah sekarang

Kau sudah terlalu lama bertamu di hatiku

Sekarang tahun sudah berganti

Maka, pulanglah kau risau

Kapan-kapan kau boleh datang lagi

Tapi kumohon kau tak perlu lagi menginap

Berlama-lama di hatiku

Risau, sudah saatnya kau pulang

Ya, mungkin nanti kau datang bersama rekan-rekanmu

Sang gundah gulana, sang resah gelisah, atau cucu mungilmu si galau

Ya, nanti saja ya.

Sekarang ruang tamu di hatiku terlalu sempit untuk menampung kalian

Terlalu sesak untuk kita bergosip ria.

Ya, nanti saja kalian datang

Setelah kuluaskan ruangan di hatiku

Setelah kupersiapkan dan perindah ruangan itu

Hingga kapan pun kalian datang

Ruang di hati itu tak akan lagi sesak

Risau,

Ruang tamu di hatiku, tempat kau kuterima,

tempat kau bermalam

tempat kau berlama-lama tinggal

Sekarang sudah berdebu

Dan aku ingin membersihkannya dulu

Karena itu, sekarang pulanglah kau risau

1 Januari 2013

Categories: PUISI Tags: , ,

Kebahagiaan Kecil

Beberapa hari terakhir ini aku selalu mencoba untuk menulis, tetapi seiring dengan buntunya otakku, maka buntu pula kalimat yang sedang aku tulis. Tak puas, lalu aku hapus kembali. Tak bagus, lalu aku delete.

Apa kiranya yang membuat imajinasi-imajinasi yang ingin aku tumpahkan melalui kata-kata ini selalu terjegal di tengah jalan, lebih parah lagi…ia malah sering terjegal di kalimat pertama.

Ada apa ini?

Ada apa ini?

Aku bukanlah penulis cerita rumit.

Gaya bahasaku begitu popular kukira

Namun, apa yang membuat mereka tak mengalir seperti dulu…

Ah ya… otakku tidak jernih

Ibarat sungai yang tercemar oleh sampah dan limbah

Air pun menjadi butek dan mereka tak bisa bebas bergerak…

Kukira itu juga yang terjadi di otakku.

Penuh oleh pemikiran yang menyiksa

yang mungkin tak perlu dipikirkan…

Rasa sedih yang menghalangi syaraf-syaraf untuk meloncatkan impuls kebahagian.

Kebahagian yang tertahan yang membuat imajinasi pun tak kunjung datang

Imajinasi yang mati yang membuat kata-kata pun seolah ogah bermain dengan riang.

Dulu aku tak seperti ini!

Dulu aku tak seperti ini!

Ah… karena dulu sedih tak merajai otakku. Aku bisa menempatkannya sebagai prajurit saja. Dia harus ada, tapi tak boleh menguasaiku.

Namun, sekarang prajurit itu sepertinya sudah naik tahta menjadi raja mungkin juga ia memperistri kesedihan lainnya hingga beranak-pinaklah kesedihan itu dalam diriku.

Halo para kebahagian!

Ayo bertempurlah lagi…

Ayo kebahagian-kebahagian kecil berkumpulah lagi!

Merapat! Merapat! gempurlah kesedihan

gulingkan ia! tapi jangan musnahkan ia.

Karena aku tetap perlu ia agar aku tetap seimbang.

Para kebahagian kecil…

temuilah aku kembali

dalam tawa-tawa riang…

dalam jiwa-jiwa ceria

Tak peduli berapa pun usiaku…

Kebahagiaan kecil… buatlah aku tertawa lagi!

Categories: PUISI Tags: ,

Sambut Jiwa Kembali

Sebenarnya apa yang hilang itu?

Sesuatu yang meraksuki diri

lalu menyeret jiwa dan semangat

melenyap ditelan ketakutan

ditelan pikirannya sendiri.

Sekarang…

Segalanya seperti berserakan

Entah bagaimana merapikannya…

Tapi,

Entah bagaimana aku harus merapikannya…

Ya,

Jiwa yang lenyap itu harus kembali ditemukan

Setelah hadir, ia harus segera dihidupkan kembali

Dan ia harus kembali diyakinkan

Bahwa di masihlah

Sebuah jiwa yang hangat

Yang menggelora…

Dia masih hidup!

Masih hidup!

Categories: PUISI Tags:

Melankolisme

Melankolisme ini begitu dingin dan mendung

Mirip masa penghujan saat ini

Jalanan terasa lengang

Jalinan terasa sepi

Melankolisme ini begitu hidup

Walau kucoba untuk membunuhnya

Ah… aku hanya perlu hidup saja

Categories: PUISI Tags:
%d bloggers like this: