Home > EXOと日本語 > EXOと日本語 DAY 1: じこしょうかい

EXOと日本語 DAY 1: じこしょうかい

 

exotonihongo1

Disclaimer:

Serial ini dibuat untuk hiburan sekaligus untuk mengajarkan bahasa Jepang. Jika ingin men-share, tolong hanya dengan memberikan link-nya tanpa copy-paste.  Semoga bermanfaat! Yoroshiku onegaishimasu!

***

Untuk memudahkankan saat membaca. Percakapan tokoh menggunakan warna berikut:

Ira   Suho   Chanyeol   Chen   Baekhyun   D.O   Kai   Lay   Xiumin   Sehun   semua

***

Tiba-tiba aku jadi guru bahasa Jepangnya EXO. Kok bisa? Bisa aja! Namanya juga cerita fiksi. Apapun yang tidak terjadi di kenyataan bisa diciptakan di cerita fiksi. Kok bukan orang Korea yang ngajarnya? Atau orang Jepang sekalian biar afdol. Jangan protes! Yang berkuasa yang nulis cerita. Jadi terima saja kalau ceritanya aku dipanggil ke Korea buat mengajar bahasa Jepang ke mereka.

Pintu asrama mereka pun terbuka setelah sebelumnya  bel yang aku tekan berbunyi nyaring.

 

「こんにちは!」

“Konnichiwa!”

“Selamat siang!”  Sapa anggota yang bernama Suho.

 

「こんにちは!」Balasku.

“Konnichiwa!”

“Selamat siang!”

 

Lalu kedelapan anggota lain secara serentak mengucapkan sapaan yang sama dalam bahasa Jepang:

 

「こんにちは!」

“Konnichiwa!”

“Selamat siang!”

 

「こんにちは!」

“Konnichiwa!”

“Selamat siang!” Sekali lagi aku membalas mereka. Kemudian semuanya terdiam. Mereka sepertinya bingung harus bicara apalagi. Mereka saling melirik pada teman-teman mereka dan tertawa-tawa sambil bicara dalam bahasa Korea.

 

 “들어오세요!”

“Deuro oseyo!”

“Silahkan masuk!” Akhirnya anggota yang kukenali sebagai orang yang bernama Kai menyerah untuk tetap berbahasa Jepang. Dia mempersilahkan aku masuk dengan menggunakan bahasa Korea.

 

「ありがとうございます。しつれいします。」

“Arigatou gozaimasu! Shitsurei shimasu. ”

“Terima kasih! Permisi!” Kataku seraya masuk ke dalam asrama mereka. Ternyata mereka telah mempersiapkan sebuah ruangan untuk kami belajar. Ruangannya seperti ruangan kelas di sekolah-sekolah di Korea.

 

Mereka duduk di bangku murid dan aku duduk di kursi guru. Mereka masih tersenyum-senyum sendiri. Tampaknya masih bingung bagaimana caranya berkomunikasi denganku. Dari surat yang aku dapat dari perusahaan mereka aku tahu kalau mereka sudah pernah belajar bahasa Jepang, tapi sampai mana kemampuan mereka aku tidak begitu tahu.

 

「あの。。。かんこくご。。。できますか。。。」

“Ano… Kankokugo…dekimasuka?”

 “Emh… apa Anda bisa bahasa Korea?” Tanya seorang yang kutahu namanya adalah D.O

 

「すこし できます。」

“Sukoshi dekimasu.”

“Bisa sedikit” Jawabku.

 

“아! 다행이다!”

“A! Tahaeng ida”

 “Ah! Syukurlah!” Gumam D.O

 

“한국어 조금 할 수 있다고!”

 “Hangugo jogeum halsu ittago!”

 “Dia bilang bisa  sedikit bahasa Korea!” Ungkap D.O pada teman-temannya.

 

「でも、わたしは にほんごの せんせいですから、にほんごで はなしますよ。」

“demo, watashi wa nihongo no sensei desukara, nihongode hanashimasu yo.”

“Tetapi, karena saya guru bahasa Jepang, saya akan bicara dalam bahasa Jepang.” Ungkapku. Wajah santai mereka kembali menjadi panik.

 

“근데, 우리가 일본어는 잘 몰라요! “

“Keunde, uriga ilbono neun jal mollayo.”

 “Tetapi kita tidak bisa bahasa Jepang dengan baik!” Keluh Sehun.

 

「みなさんも できれば わたしに にほんごで はなしてください。」

“Minasan mo dekireba watashi ni nihongo de hanashite kudasai.”

“Kalian juga usahakan bicara bahasa Jepang kepada saya.” Ungkapku pelan-pelan agar mereka mampu menangkap yang aku katakan dan berusaha menebak maksudnya.

 

「わからないときには かんこくごでも えいごでも いいです。」

 “Wakaranai tokiniwa kankokugo demo eigo demo ii desu.”

 “Kalau kalian tidak mengerti, boleh dengan bahasa Korea atau bahasa Inggris.” Lanjutku masih dengan kecepatan rendah berharap mereka bisa memahami kalimatku. Namun, saat kulihat wajah mereka seperti kebingungan.

 

「わかりましたか。」

“Wakarimashitaka?”

“Apa kalian mengerti?” Tanyaku untuk memastikan apakah mereka bisa menangkap kata-kataku atau tidak.

 

“우리가 선생님한테 일본어로 말해야되고, 하지만 잘 할 수 없으면 한국어나 영어도 돼요.”

“Uriga sonsaengnim hanthe ilbonoro malhaeyadwego,hajiman jal halsu obseumyon hangugona yongodo dwaeyo.”

“Kita harus bicara bahasa Jepang kepada Sensei, tetapi kalau tidak bisa, boleh dengan bahasa Korea atau bahasa Inggris.”

 

“ 그런 뜻인가요?”

 “Keuron tteushingayo?”

 “Apakah begitu maksudnya?” Tanya D.O dengan wajah harap-harap cemas.

 

「はい、そうです。すごいですね D.Oくん。よくできました。」

“Hai, sou desu. sugoi desune D.O kun. Yoku dekimashita.”

 “Ya, betul. Hebat O.D. Bagus sekali!” Pujiku sambil bertepuk tangan. Teman-temannya pun ikut memujinya. Aku rasa D.O adalah anggota yang pemahamannya paling baik sejauh ini.

 

「では、べんきょうするまえに じこしょうかいを しましょう。」

“Dewa, benkyou suru maeni jikoshoukai o shimashou!”

 “Ok, sebelum kita mulai belajar, mari kita berkenalan dulu!” Kataku. Mereka meraba-raba apa yang aku maksud. Aku lihat wajah D.O-kun. Dari kerutan di dahinya aku tahu dia sedang berusaha keras mencoba memahami kalimatku.

 

「わたしから ですね。」

“Watashi kara desu ne.”

“Dimulai dari aku dulu ya!” Sambungku. Mereka memperhatikanku lekat-lekat, tampaknya di kepala mereka masih menerka-nerka ucapkanku.

 

「こんにちは わたしは イラです。」

“Konnichiwa  watashiwa ira desu.”

 “Selamat siang, saya Ira.” Ungkapku.

 

“아! 자기소개! 자기소개!”

“Ah! Jagisogae! Jagisogae!”

“Ah! Perkenalan diri! Perkenalan diri!” Tiba-tiba beberapa orang dari mereka memotong perkenalan diriku karena akhirnya tanda tanya mereka terjawab.

 

「そうです。じこしょうかいです。」

“Sou desu. Jikoshoukai desu.”

“Ya! Perkenalan diri.” Tegasku. Walaupun sedikit telat, tapi senang akhirnya mereka bisa memahami maksudku.

 

「じこ。。。」

“Jiko…” Xiumin berusaha mengulang kata perkenalan diri dalam bahasa Jepang.

 

「じこしょうかい。」

 “Jikoshoukai.”

“Perkenalan diri.” Bantuku.

 

「じこしょうかい。」

“Jikoshoukai” Ulang Xiumin jelas.

 

「じこしょうかい どうぞ!」

“Jikoshoukai douzo!”

“Silahkan perkenalan diri!” Tiba-tiba ChanYeol menggunakan kata-kata yang sudah diketahuinya untuk mempersilahkanku memperkenalkan diri kembali.

 

「どうぞ!どうぞ!」

“Douzo! Douzo!”

“Silahkan! Silahkan!” Akhirnya semua anggota ikut-ikutan menggunakan kata bahasa Jepang untuk mempersilahkan aku melanjutkan perkenalan diriku. Aku tersenyum senang. Wajah panik karena kaharusan berbahasa Jepang denganku mulai lenyap berganti dengan wajah penuh semangat.

 

「ありがとうございます。」

“Arigatou gozaimasu.”

“Terima kasih!” ungkapku.

 

「こんにちは わたしは イラです。インドネシアから きました。」

“Konnichiwa watashiwa Ira desu. Indonesia kara kimashita.”

“Halo, saya Ira dari Indonesia.”

 

「どうぞよろしくおねがいします。」

“Douzo yoroshiku onegaishimasu.”

“Mohon kerjasamanya!”

 

 

「よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.” Jawab mereka semua sambil menundukkan kepalanya. Aku rasa mereka sudah sering memperkenalkan diri mereka dalam bahasa Jepang, jadi mereka sepertinya sudah tahu bagaimana memberika respon untuk perkenalan diri orang lain.

 

「せんせい!」

 “Sensei!”

 “Sensei!” Tiba-tiba D.O mengangkat tangannya.

“ 아까는…インドネシア。。。 なに?」

 “Akka neun…. Indonesia…. nani?”

 “Tadi… Indonesia…..apa?”

 

「インドネシア から きました。」

“Indonesia kara kimashita.”

 

「から きましたは 에서 왔어요?”

 “Kara kimashita wa esso wassoyo?”

 “kara kimashita itu artinya esso wassoyo = (berasal dari)?” Tanyanya lagi.

 

「はい、そうです。」

“Hai, sou desu.”

 “Ya, benar!” Jawabku.

 

“아! 그러면…こんにちは ぼくは スホです。」

“A! keuromyon…konnichiwa bokuwa Suho desu.”

“Ah! Kalau begitu…. halo saya Suho!” 

 

「かんこくから きました。」

“Kankoku kara kimashita.”

 “Saya  berasal dari Korea.”

 

「 よろしくおねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

“Mohon kerjasamanya!” Papar Suho memperkenalkan dirinya dalam bahasa Jepang.

 

「よろしくおねがいします。よくできました。スホくん!」

“Yoroshiku onegaishimasu. Yoku dekimashita. Suho kun! “ Jawabku.

“Mohon kerjasamanya. Bagus sekali Suho-kun!” Pujiku

 

「つぎ おねがいします。」

“Tsugi onegashimasu.”

“Selanjutnya silahkan!”  Aku  meminta anggota yang ada di samping Suho memperkenalkan dirinya.

 

「こんにちは ぼくは レイです。ちゅうごく から きました。」

“Konnichiwa bokuwa Rei desu. Chuugoku kara kimashita”

 “Halo! Aku Lay. Aku berasal dari China.”

 

「 よろしくおねがします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 “Mohon kerjasamanya!”

 

「こんにちは EXOのチャンヨルです。」

“Konnichiwa EXO no Chanyoru desu.”

“Halo, saya Chanyeol dari EXO.”

 

「ぼくは ハンサムです。」

“Bokuwa hansamu desu!”

 “Saya tampan!”  Chanyeol tertawa setelah memperkenalkan dirinya. Anak ini sepertinya punya penyakit percaya diri yang tidak ada obatnya.

 

「ハンサムですか。」

“Hansamu desuka?”

 “Apakah dia tampan?” Tanyaku pada teman-temannya.

 

「ハンサムです。でも。。。」

“Hansamu desu. demo….”

 “Tampan. Tapi….” Baekhyun mencoba menjelaskan sesuatu . Namun, tampaknya dia kesulitan menemukan kosakata untuk meneruskan kalimatnya.

 

 “말이 많아요!”

 “Mari manhayo!”

“Banyak bicara!” Akhinya Baekhyun melanjutkanya dalam bahasa Korea.

 

「うるさい?」

 “Urusai?”

 “Berisik?” Tanyaku.

 

「はい。うるさいです。」

“Hai, urusai desu.”

“Ya, Berisik.” Tegas Baekhyun.

 

「いいえ。うるさい。。。うるさい。。。ありません。」

“Iie. Urusai…urusai… arimasen.”

“Tidak… tidak berisik. ” Chanyeol mencoba membela dirinya.

 

「みて!うるさいです。せんせい。」

“Mite! Urusai desu. Sensei!”

 “Lihat! Dia berisik Sensei.” Tegas Baekhyun.

 

「いいえ。うるさくないですよ。」

“Iie, urusakunai desuyo.”

“Tidak, tidak berisik kok.”

 

「チャン ヨルくんは じょうだんが すきです。」

“Chanyoru-kun wa joudan ga suki desu.”

 “Chanyeol senang bercanda.” Belaku.

 

「じょうだん? 」

 “Joudan?” Tanya Chanyeol padaku meminta penjelasan untuk kata yang tidak dia tahu artinya.

 

「ジョーク。」

“Jo-ku].”

Joke.” Jawabku.

 

「ジョーク?」

“Jo-ku?” Chanyeol masih tidak bisa menebak kata yang sebutkan.

 

「はい。ジョーク。えいごです。」

“Hai. Jo-ku. Eigo desu.”

 “Ya. Jo-ku. Bahasa Inggris.” Jelasku mencoba memberi klu.

 

「ジョーク。。。ジョーク。。。ジョーク。。。」

“Jo-ku…jo-ku…jo-ku.” Chanyeol berusaha keras menemukan kata dalam bahasa Inggris yang mirip dengan bunyi kata yang disebutkannya.

 

“A! Joke! 농담! [nongdam!]” Seru Suho tiba-tiba.

 

「はい。そうです。にほんごで じょうだんです。」

“Hai. Sou desu. Nihongo de joudan desu.”

 “Ya, benar! Bahasa Jepangnya joudan.”

 

 

「ワァ!スホにいさん すごいです。」

“Waa! Suho nii san sugoi desu.”

“Wah! Suho-Hyung hebat!)” Puji Chanyeol.

 

「そうです。ぼくは じょうだん すきです。」

“Sou desu. boku wa joudan suki desu.”

“Betul! Aku suka bercanda.” Tegas Chanyeol.

 

「うるさい!!!」

“Urusai!!!”

“Berisik!!!” Tiba-tiba D.O berteriak membuat kami kaget.

 

「いま ぼくです。じこしょうかい。」

“Ima boku desu. jikoshoukai.”

“Sekarang giliranku. Perkenalan diri.” Ungkap D.O

 

「すみません。どうぞ!どうぞ!」

“Sumimasen. Douzo! Douzo! “

“Maaf. Silahkan! Silahkan!” Balas Chanyeol.

 

「はい、つぎは D.Oくんです。どうぞ!」

“Hai,  tsugi wa D.O-kun desu. Douzo!”

 “Ya, berikutnya D.O-kun. Silahkan!” Kataku.

 

 

「こんにちは ぼくの なまえはD.Oです。」

“Konnichiwa boku no namaewa D.O desu.”

“Halo! Nama saya D.O.”

「ぼくは ギョンギから きました。」

“Boku wa Gyonggi kara kimashita.”

 “Aku berasal dari Gyeonggi.”

 

「 ぼくは にほんごが すきです。」

“Boku wa nihongo ga suki desu.”

“Saya suka bahasa Jepang.”

 

「どうぞ よろしく おねがいします。」

“Douzo yoroshiku onegaishimasu.”

“Mohon kerjasamanya.”

 

「よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 

「すごいです。じゃ、つぎは カイくん。どうぞ!」

“Sugoi desu. Ja, tsugiwa Kai-kun. Douzo!”

 “Keren! Ok, berikutnya Kai-kun. Silahkan!”

 

「こんにちは カイです。スンチョンから きました。」

“Konnichiwa Kai desu. Shunchon kara kimashita.”

“Halo. Aku Kai dari Shuncheon.”

 

「よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 

「こんにちは ぼくは ベクヒョンです。」

“Konnichiwa bokuwa Bekuhyon desu.”

“Halo! Aku Baekhyun.”

「ぼくは うたが すきです。」

 “Boku wa utaga suki desu.”

 “Aku suka menyanyi.”

「 よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 

「こんにちは はじめまして ぼくは シウミんです。」

“Konnichiwa  hajimemashite bokuwa Shiumin desu.”

“Halo, Perkenalkan saya Xiumin.”

 

「ギョンギから きました。」

“Gyonggi kara kimashita.

“Dari Gyeonggi.”

 

 [ぼくは ダンスが すきです。]

“Bokuwa dansu ga suki desu.”

 “Aku suka menari.”

 

「 どうぞ よろしく おねがいします。」

“Douzo yoroshiku onegaishimasu.”

 

 

「こんにちは すえこ セフンです。ソウルから きました。」

“Konnichiwa  sueko Sefun desu. Souru kara kimashita.”

“Halo, aku si bungsu Sehun. Dari Seoul”

 

「よろしく おねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

 

「じゃ、さいごの ひと チェンくん おねがいします。」

“ Ja, saigo no hito Chen-kun onegaishimasu.”

“Ok, yang terakhir, Chen-kun silahkan!”

 

「こんにちは EXOのチェンです。よろしく おねがいします。」

“ Konnichiwa EXO no Chen desu. Yoroshiku Onegaishimasu.”

“Halo, aku Chen dari EXO. Mohon kerjasamanya.”

 

「ワー!よくできました。みなさんは これより もっと おもしろい じこしょうかいを よくするとおもいます。」 

“Waa! Yoku dekimashita. Minasanwa kore yori motto omoshiroi jikoshoukai o yoku suruto omoimasu.”

“Waa! Bagus sekali. Saya rasa kalian sering memperkenalkan diri lebih menarik dari ini.”

 

Mereka tidak merespon apapun. Selain kata Kalimat ‘Yoku dekimashita!’ sepertinya kata-kata yang lain berlalu begitu saja. Tetapi tiba-tiba…

 

「あっ!おもしろい!」

“A! Omoshiroi!” Tiba-tiba Baekhyun berseru keras seolah ingat sesuatu.

 

「おもしろいは 재미 있다!”

“Omoshiroi wa jaemi itta!”

“Omoshiroi itu artinya jaemi itta (Menyenangkan).” Ungkapnya Baekhyun yang mampu mengingat kosakata-kosakata yang pernah digunakannya. Namun, rasanya kata omoshiroi yang dia sadari maknanya itu tidak mampu membuat dia menebak, kalimat panjang yang aku katakan. Tidak apa!

 

「はい。そうです。」

“Hai, sou desu.”

“Ya, benar!”

 

 

「ワー!みなさん、ほんとうに すごいですね。」

“Wa! Minasan, hontouni sugoi desune.”

“Wa! Kalian semua benar-benar hebat.”

 

「じこしょうかいが おわりましたから、つぎは ほんとうの べんきょうです。」

“Jikoshoukai ga owarimashita kara, tsugiwa hontouno benkyou desu.”

“Karena perkenalan dirinya sudah selesai selanjutnya kita akan benar-benar belajar.” Ujarku.

 

“자기소개가 끝났으니까, 지금 바로 공부.”

“Jagisogaega kkeutnasseunikka, jigeum baro kongbu.”

Karena perkenalan diri sudah selesai, sekarang mulai belajar.” Celetuk Chanyeol menerjemahkan yang  baru aku katakan.

 

「ワー!すごい!すごい!」

“Wa! Sugoi! Sugoi!”

“Wah! Hebat! Hebat!” Seruku yang senang karena Chanyeol bisa menerjemahkan kalimatku. Anggota yang lain pun berseru kagum. Wajah narsis Chanyeol pun keluar.

 

「せんせい!べんきょうしましょう!がんばりま~~す!」

“Sensei! Benkyou shimashou! Ganbarima~~su!”

“Sensei! Ayo kita belajar! Semanga~~~t!” Teriaknya penuh antusiasme.

 

「じゃ、はじめましょう。みなさん、よろしくおねがいします。」

“Ja, Hajimemashou. Minasan, Yoroshiku onegaishimasu.”

“OK, Mari kita mulai. Semuanya, mohon kerjasamanya.”

 

「よろしくおねがいします。」

“Yoroshiku onegaishimasu.”

“Mohon kerjasamannya.” Jawab mereka serempak sambil menundukkan kepalanya.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: