Home > Artikel > Menghening Sejenak Dimulai!

Menghening Sejenak Dimulai!

sejenak-hening

Setelah beberapa lama hilang nafsu sama buku, eh nemu buku bagus yang menenangkan selera. Sepertinya penulisnya orang terkenal, sayang saya nggak kenal. Adjie Silarus nama penulisnya, sejenak hening judul bukunya. Entah kenapa waktu lihat beberapa kalimat di buku itu, kayaknya saya bakalan suka deh. Eh…ternyata setelah dibaca bukunya membuat saya mengingat peristiwa yang ingin saya tulis sekarang. Dengerin yah!

Pada suatu siang menjelang sore, di suatu hari dan tanggal yang saya lupa, tetapi masih sangat saya ingat lokasi kejadian dan suasana hati yang menyelubungi saya saat itu, yaitu di sebuah masjid dengan suasana hati kacau balau amburadul benang kusut gusar lelah saya menyendiri. Setelah sholat, saya pun menghampiri sebuah kotak amal. Saya sering mendengar kalau orang yang bersedekah itu nantinya akan dilipat gandakan. Namun, permintaan saya saat itu pada Tuhan bukan itu.

Dengan redaksi yang agak berbeda dengan saat kejadian itu terjadi, kira-kira seperti ini kalimat saya.

“Allah, saya tidak meminta uang ini dilipatgandakan. Saya hanya ingin ketenangan!”

Pada saat itu kepala saya benar-benar seperti benang kusut yang sulit diurai. Saya tidak sedang  terbelit hutang, atau pun tidak dalam kondisi putus cinta. Ini hubungan yang yang lebih mesra antara saya dan Pemilik sejati saya. Walaupun ustadz Mansyur sering berceramah tentang mukjizat sedekah, tapi saat seandainya Tuhan langsung mendatangkan berkali-kali lipat pun uang dihadapan saya, saya sedang tidak membutuhkannya. Saat itu saya hanya butuh ketenangan.

Sekarang Tuhan telah mengabulkan permintaan saya itu. Benang kusut yang membelit dan mencekik ini kini telah terurai, gusar dan lelah pun yah… hanya sekedar saja agar saya tetap normal sebagai manusia.

Lalu kini, setelah Tuhan memberikan ketenangan yang sungguh luar biasa itu, saya pun mulai kembali digusarkan oleh hal lain. Saya jadi orang normal lagi, jadi orang kebanyakan lagi. Mulai cemas dan resah memikirkan masa depan, apa yang harus dilakukan? Apa hidup saya akan terus begini?

Jep!

Heninglah sejenak! Sejenak Hening!

Sebenarnya saya terkadang berada dalam kondisi hening, tapi pagi ini saat membaca buku Adjie Silarus-Sejenak Hening dalam damri tua saat menuju perjalanan ke sekolah, senyuman di bibir pun menghiasai wajah saya. Banyak yang saya telah ingat-lupa, ingat-lupakan. Saya pun diingatkan kembali akan permintaan saya dulu pada Allah yang telah dikabulkannya. Tidak bahagiakan saya dengan karunia besar-Nya itu? Saat saya berfokus pada saldo tabungan yang tidak juga melompat indah…..

memangnya ingin beli apa? Mau menikah sekarang?

Nggak sih, ya cuma buat masa depan aja…

Akhirnya saya pun hidup melompat ke masa depan, memikirkan masa depan hingga sering meninggalkan masa kini. Terkadang lupa bahwa semangatnya murid-murid saya bila mereka lulus huruf Hiragana adalah hal yang indah yang harus saya nikmati.

Buku Hening sejenak membawa kembali memori-memori pikiran baik saya menghadapi hidup ini. Rasa syukur yang terkadang saya mulai lupakan. Menertawakan diri sendiri yang resah tidak karuan dan sia-sia.

Hari ini terasa aneh…

Mengalir begitu saja…

Rapat yang biasanya membosankan, saya coba atasi rasa bosan itu, walau tetap menguap, tapi setidaknya saya tidak merasa lelah karena bosan saja.

Isi rapat yang ternyata membuat saya ngahuleng…dengan jobdesk guru yang ditambah dengan penelitian, padahal tanpa itu pun kami sudah banyak yang harus dikerjakan, tapi hal itu tidak membuat saya mengkal hati atau pun menggerutu berlebihan.

Ke bank, mesin printnya bermasalah, saya tunggu, santai saja tidak terburu-buru.

Naik Trans Metro Bandung, harus berdiri… ya sudahlah…untunglah bisa hanya 1 jam.

Pulang ke rumah, biasanya karena lelah tidak minat bantu ibu masak, tapi hari ini masih bisa potong-potong sayur, tidak ada perasaan lelah itu, seperti tidak baru pulang dari perjalanan jauh.

Pikiran baik menuntun saya untuk melakukan hal baik yang saya lupakan: membuat to do list.

Salah satu poin di to do list saya pun membuat saya tidak menunda apa yang harus saya kerjakan hari ini: Membaca program untuk teacher training.

Lalu, yang biasanya sudah tidak mampu melakukan apapun di malam hari,  saya sekarang masih di depan laptop dan menulis tulisan ini.

Yeah, Malam ini akhirnya bisa minus nonton TV. ^^

Ketenanganlah yang membuat hari ini berjalan tenang.

Ya, Allah terima kasih permintaan saya telah dikabulkan. Maaf kalau sering lupa berterima kasih pada nikmat-nikmat yang sering tidak disadari.

Oh iya, plus tenang menghadapi komentar di Facebook dan Twitter ^^

Selamat malam.

Selamat tenang.

Selamat hening.

Categories: Artikel Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: