Home > Artikel > BAGAIMANA KALAU RIDWAN KAMIL PUN PENDUSTA???

BAGAIMANA KALAU RIDWAN KAMIL PUN PENDUSTA???

ridwan

Saya ingin menulis dengan santai saja maka saya harap kalian pun membacanya dengan santai.

Saya ini tidak terdaftar secara resmi sebagai relawannya Ridwan Kamil. Setiap kali melihat form pendaftaran bingung karena tidak punya komunitas dan tidak tahu apa yang bisa saya konstribusikan pada Kang Emil, kemampuan saya hanya sekedar share info di facebook sehingga salah satu murid saya pun bertanya, “sensei ngefans yah sama Ridwan Kamil?”

Ngefans? Hehehe… kalau ditanya fans-fans-an saya suka sekali nasehatnya Patrick Star pada Spongebob (di cerita yang Spongebobnya jadi fans kelompok penangkap ubur-ubur yang diketuai  oleh Kevin itu loh) yaitu: MEMPUNYAI IDOLA ITU TIDAK SEHAT.  Mengapa? Karena kalau sudah mengidolakan biasanya sudah tidak bisa objektif lagi. Jadi saya pun menjawab kalau saya tidak mengidolakan Ridwan Kamil, saya hanya coba mempercayakan suara saya pada Beliau, dan berharap Beliau amanah terhadap apa yang saya percayakan padanya.

Rasa suka dan tidak suka adalah hal yang biasa, jadi kalau ada orang-orang yang ragu pada Ridwan Kamil pun yah wajar-wajar saja. Untunglah saya tidak ngefans sama Ridwan Kamil, jadi tidak merasa kecewa, tersakiti, galau, atau …’ih kok gitu banget sih ngomentarnya’ setiap kali membaca komentar-komentar dari orang yang tak mendukung Beliau. (Hehehe beda dengan beberapa tahun yang lalu saat saya menyukai SUJU. Kalau ada yang ngomong jelek tentang SUJU pasti saja langsung merasa terzalimi J…aib masa lalu hehehe… ih kok jadi ngomongin masa lalu gini).

OK, kembali ke Kang Emil… Setelah saya membaca komentar-komentar orang-orang yang ragu pada Ridwan Kamil, saya pikir itu hal yang lumrah. Harus saya akui Ridwan Kamil dulunya hanya terkenal di komunitasnya saja. Saya juga baru tahu Beliau dari acara STV…(Solusi Ridwan gitu namanya… lupa). Walaupun Kang Emil sekarang menjelaskan program-program beserta solusi-solusi kongkritnya dengan bantuan animasi yang keren, tetapi orang-orang yang sudah jengah dengan janji-janji kampanye para politikus pun langsung memukul rata bahwa Kang Emil pun sama saja dengan para politikus tersebut. Wajaaaaaaar!!!! Dari pemilihan presiden, gubernur, walikota, bupati… rakyat memang sering disajikan begitu banyak janji manis yang berakhir pahit. Maka kami (termasuk saya)akhirnya skeptis pada program apapun yang mereka umbar.

Sekarang Kang Emil pun menjanjikan hal yang sangat manis bin kareueut. Maka sangat wajar kalau ada banyak opini yang akan berkata… ah… janji-janji kosong! Kalau sudah naik pasti lupa sama janji kampanye atau seperti komentar teman saya “asal jangan sampai Bandung untuk Ridwan Kamil aja”. Ya, sepertinya rakyat Indonesia sudah benar-benar kehilangan selera untuk menemukan pemimpin yang baik dan bertanggung jawab. Nah saya pun jadi kepikiran… bagaimana kalau memang begitu jadinya… bagaimana kalau nantinya Ridwan Kamil yang saya percaya pun menjadi pendusta?  Jangan-jangan Ridwan Kamil juga sama saja? Tak lama kemudian saya pun tertawa sendiri.  Hehehe… bukankah selama ini pun kita sudah imun didustai… jadi sebenarnya nothing to lose juga (pendapat pribadi ya ini…) kalau memang sama saja… ya sudahlah… sudah biasa ini toh. Paling nantinya Ridwan Kamil dihujat habis-habisan. Saya? Ya ikutan menghujatlah, bareng  keluarga membuat paduan hujatan kalau Ridwan Kamil nongol di TV. Saya kan bukan fansnya ^^ Nah…yang jadi masalah adalah sebaliknya… kalau ternyata Beliau memang benar-benar berniat merealisasikan janji-janjinya (Ya…walaupun hal ini hanya Allah dan Kang Emil sendiri yang tahu)…dan kita malah tidak memilihnya hanya karena sebuah prasangka buruk… kita tidak akan merasakan kesan baru yang lebih baik dalam kepemimpinan kota Bandung.

Jadi buat saya pemilu ini nothing to lose. Kalau Ridwan Kamil sama saja seperti yang dulu-dulu… ya sudah, toh bumi juga masih berputar… Allah pun masih ngasih saya akal buat mencari rejeki.  Namun, apa salahnya mempunyai harapan? Siapa tahu bisa lebih baik? Pikiran seperti itu lebih baik untuk saya dan rasanya tak ada ruginya juga.

Hehehe sebagai bukti saya bukan fansnya Ridwan Kamil… saya punya unek-unek yang sebenarnya ingin saya tulis dari dulu (tapi entah kenapa waktu itu males banget) yaitu saat saya melihat stiker Ridwan Kamil dan Oded ditempel sembarangan… stiker adalah bentuk atribut yang paling saya tidak suka karena kalau sudah menempel ditembok berbekas.. jadinya kotor. Waktu pemilihan gubernur saya pernah menulis soal atribut kampanye yang mengotori kota… ternyata itu pun terjadi sekarang.  Semoga para relawan membersihkan sebersih-bersihnya…

Tak lupa juga saya sampaikan rasa terima kasih saya pada Pak Jokowi yang mengajarkan blusukan sehingga kampanye sekarang pun para calon walikotanya yang harus sibuk menemui rakyat bukan lagi mengumpulkan masa untuk dangdutan.

Tulisan ini hanya sekedar opini pribadi. Keputusan tetap ada di tangan Anda ^^

Categories: Artikel Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: